I know, after this particular post, anyone would laugh when I throw them the idea of me going on a living with less journey. To my defense though, they are all quality bags that I will cherish for years and years to come. They are also have been through a few steps of consideration and logical thinking
Actually, the idea of living with less have been intriguing me for the past 1.5 years. I made this post on August 2010 to help me with my purchase decision making process. So have I been living with less since then? Well, let’s just say that some days are better than others, of course. There were times when I didn’t buy anything for a whole month but there were also days when I totally forgot the idea and shopped like my life depended on it. I need to be more consistent.
This living with less concept popped up in my mind when I went on a Europe trip in June-July 2010. It’s true that you’re bound to learn something when you travel, and I wasn’t excluded. Some things I learned;
That was only in fashion and beauty department, I also learned a lot about consumption, consumerism, Eco-movement and having a quality life. For example,
Bottom line is, when I came home, I just realized the different kind of life I was exposed to than the one I just saw during the trip. You see, I lived in the US for 10 years. So I was totally accustomed with the American way of living. You know, the fast food, the fast fashion, the SUV, the big house with attic and basement overflowing with stuff, the over the top consumerism, the celebrity worship culture, the everything instant life. Well, not that everything was bad in the US, but a lot of people were having this so called American Dream concept and busy chasing it and shopped their way through.
So when I came home, I de-cluttered my house. Not only I got rid of so many clothes, shoes and beauty products, I also got rid of unused kids toys and other house decoration. De-cluttering my house is a never ending project. It seems that I de-clutter every week yet stuff just got accumulated on its own *sigh*. The goal is to have as little items as possible and the items that left have to be: functional, works great and used often, a treasure or something that holds so many memories, things that I dearly love and have a purpose at home. Miss Minimalist has listed 20 questions on her web that you need to ask yourself when you want to get rid of stuff in your home.
Since it’s a new year, I would like to make ‘living with less’ as one of my new year resolutions. For a start, I’ve already gotten rid of 40 pieces of clothing from my wardrobe and reduced my beauty products collection. I still have to make my way through each room in my house and get rid of more stuff. As a human being, it’s just impossible not to buy stuff, after all, to live is to consume. So the idea is not to not spend money, but not to waste money. I need to make sure that what I buy is exactly what I need, not because I was swayed in the notion that that product is what I need to solve all of my problems, or what I need to complete my life, or will make me look better, because they will not be one product that will do just that. It’s actually tiring to be trapped in the consumerism. For example:
So here’s what I’m going to do other than de-cluttering and get rid of my stuff:
I guess that’s my plan for now. I’m more determined to make it ever since I watched The Pursuit of Happyness last week. Wish me luck with this living with less journey and I will update in here as I go
.
*picture courtesy of www.thetinylife.com
Mine too
RT @hanzkyy: One of my new year resolutions! RT @fashionesedaily: The Idea of Living with Less http://t.co/5CACKjU1
RT @fashionesedaily: The Idea of Living with Less http://t.co/4qhWlYz9
Should be my mantra too RT @hanzkyy: One of my new year resolutions! RT @fashionesedaily: The Idea of Living with Less http://t.co/WshyFcFJ
Saatnya bebersih rumah
RT @fashionesedaily: The Idea of Living with Less http://t.co/6TRprelW
very inspiring! Favoriting this tweet and article. Thank you! “@fashionesedaily: The Idea of Living with Less http://t.co/coNEXxQ9”
very inspiring! Favoriting this tweet and article. Thank you! “@fashionesedaily: The Idea of Living with Less http://t.co/coNEXxQ9”
Nice article
RT @fashionesedaily: The Idea of Living with Less http://t.co/R3uLIkpF
Great article!!! Sangat sangat membuka mata =>The Idea of Living with Less http://t.co/HCtLH71c
RT @fashionesedaily: The Idea of Living with Less http://t.co/k6eneZdE
Aaaah langsung inget link 'living with less' http://t.co/hb271EIC kalo nafsu shopping memuncak
Setelah baca-baca tentang financial planning lanjut baca ini http://t.co/ZKvoFF1b . Langsung semangat deh
[...] I’ve written in this post, I’ve gotten rid more than half of my make up towards the end of 2010. I also made a vow [...]
somehow, I feel that someone come up with this idea, and decide to start so, because the whole time before is spent otherwise.
but, turns out, it’s not necessarily true. we sure can decide to living with less, from the beginning. I do wholeheartedly agree with each things Hanzky mentioned above, but for sure, someone needs to find their own ‘trigger’, to be fully conscious in living with less.
ps: bag terakhir, ttg more peaceful life, kok aku ngerasa… oh noo… is this a sign that someone start to leave their youth time?
hehehe… *peace*
Emang begini kali yah kalo udah menua
. Kalo dari yang gue baca-baca itu, kebanyakan triggernya sih karena mau saving dan karena udah menemukan panggilan jiwanya..tsahh..hehe, jadi ceritanya mereka mau travel lebih sering lagi. Ada yang pergi around the world for 1 whole year straight, jadi barang-barangnya dijual-jualin untuk modal selama jalan-jalan. Tapi abis itu jadi keterusan deh.
Hani I’m trying to live with less but it’s not easy yah. kemaren pas pindah2an gw seneng bgt, a lot of things gw kasih ke karyawan2 di rumah. tas2 mulai gw jual2in dan sebagian gw kasih sodara. Dari 60 tas berkurang jd 20 tas sekarang
baju2 jg berkurang banyak, apalagi di rmh yg baru ga ada ruang wardrobe, hanya lemari baju doang. berhubung rumah lebih kecil, jd banyak yg gw kasih2in. Ada hikmahnya juga pindah. Trus biasa ada TV di kamar, skrg gw ga pake TV. Hopefully kedepannya makin baik. Kalo beli 1 baju baru, harus ada 1 baju yg disingkirin, sepatu juga gitu. gw planningnya
halah kepencet submit
planning gw, kalo ada barang selama 3 bulan ga dipake-pake, it’s mean kudu dikasihkan ke org
untuk skincare, bodycare, makeup, ga lagi nyetok, tp beli kalo udah mau abis ajah.
thanks Hani for sharing. makin semangat untuk live with less even though it’s not easy
Dari 60 sampe 20 tas ran?..wahhh berat banget tuh pasti yaa. Bag is the hardest for me karena belinya pemikirannya panjang bener…but then again gue nggak punya 60 tas sih..hihihi. Emang bener kalo rumah itu biangnya. Soalnya kan gatel aja liat ada bagian-bagian yang kosong. Trus kalo ada yang nggak kepake juga bukan langsung dikeluarin tapi disimpen di gudang. Trus gue juga baru nyadar kalo rumah besar sebenernya juga kurang mendukung tuh untuk keharmonisan keluarga, bisa-bisa satu rumah tapi malah jadi jarang ketemuan, jarang ngumpul di satu ruangan, jarang papasan, etc.
Baju-baju gue juga gue pisahin ran yang udah lama nggak dipake. Kalo selama 3 bulan masih di situ aja that means they don’t belong there. Living with less ini sebenernya gampang kalo nggak ke expose sama barang-barang baru, nggak ke mall, nggak di update Syita kalo ada barang baru di BBG online shop yang dia ikutin..hahahaha nyalain orang kaan jadinya….
Suami gue nih prinsipnya masuk 1 keluar 1. Mau ga mau gue jadi ‘terintimidasi’ untuk melakukan hal yg sama :p
Tapi akhirnya, perberapa bulan, memang gue selalu bongkar lemari untuk mengeluarkan benda2 yg jarang dipakai atau kemungkinan udah nggak dipake lagi. Kalo tas, sepatu, yah berhubung koleksi terbatas, jadi belum bisa di rotasi deh
@Rani, hebat deh, tasnya dari 60 jadi 20!
Suami lo kok udah kepikiran ya Lit soal masuk 1 keluar 1 itu? Sejak kapan tuh? Biasanya cowo kan lebih cuek dan pada dasarnya kebanyakan memang nggak hobi belanja.
Haniii…suka deh bacanya! Ngebuat semangat buat disiplin utk ga buang uang. Gue jg nih msh suka buang bahan makanan kr expired. Dah niat tahun ini musti lbh selektif klo grocery shopping.
Kalo gue, tiap juni sama desember jadwal buang2 barang. Buang disini mksdnya dikasih org. Yg msh bgs bgt buat adik gue (biasanya tas), yg baju2 gitu gue ksh tmp recycling gitu. eh tapi ya, lama2 idup jadi gak ribet loh klo ga kebanyakan barang. Ga perlu waktu 15′ buat mikir blush yg mo dipake, ga perlu mikir dr malam buat tas yg dipake besok. Hihihihi.
Seriously, like rani said, it’s not easy….godaan dimana2. Makanya penting bgt klo buat gue utk punya lingkungan yg kondusif. Punya tmn2 yg jalanin hal yg sama bnr2 bantu bgt! Kayaknya kudu mendoktrin otak kalo ga semua brg yg gue suka harus gue beli , walaupun punya uangnya. Ayoook kita semangat jalanin live with less ini.
Yuk Rik kita bikin thread ‘Living with less’ di forum..hehe. Emang harus ada temennya nih. Gue kalo abis baca-baca blog tentang minimalism gitu pasti deh langsung tergerak, jadi memang harus diingetin terus-terusan. Bener banget tuh soal blush, my next post will be about beauty products. Kalo makanan memang harus seminggu sekali dicheck kulkasnya, ditetapin misalnya hari Jumat atau hari apa. Trus mau nggak mau menunya mengikuti bahan-bahan yang ada.
Hiks nggak gampang emang yah, apalagi kalo barang-barang kecil dan murah meriah, atau barang yang tinggal satu-satunya, lagi diskon pula…huhuhu.
Udah waktunya bersihin rumah! Kemarin udah berhasil bersihin kamar dan barang-barang Maika. Tapi barang gue yang masih kebanyakan dan perlu disortir (buang tepatnya!). Mariii bikin jadwal rumah.
Nah Han klo yang expenses gue pake iXpenseIt di iphone. Membantu juga. Gue juga selalu catet semua pengeluaran gue, yang kecil sekalipun. Jeleknya gue suka isi setelah 2 minggu. Jadi langsung kejedak pas liat jumlahnya
Kalo nunggu 2 minggu sih udah keburu kebobolan dong yah Pai
. Kalo gue akhirnya udah nemu yang paling cocok sih, di excell aja dengan format yang gue nemu di web. Udah langsung kebagi-bagi lifestyle, kebutuhan anak, kebutuhan rumah tangga, etc.
Enaknya tinggal di apartemen ya itu ya Pai, tempatnya lebih nggak memungkinkan untuk nimbun barang. Ini sebenernya kenapa toko kaya ikea itu laku banget, karena mereka offer berbagai macam storage system/solution. Memang membantu merapihkan tapi sebenernya cuma merapihkan barang yang ada, bukan mengurangi.
Febri juga punya peraturan 1 masuk, 1 keluar. Dan ini gue terapkan untuk barang-barang gue … jadi ya tiap kali beli 1 baju, 1 baju dari lemari mau tidak mau harus disumbangkan. Soal catat pengeluaran, gue melakukannya mingguan terutama setelah pergi-pergi di akhir minggu karena untuk harian gue udah ada budget sendiri dan biasanya selalu cukup.
Lho Febri sama sama Igun..Oki juga wajib ikutan nih berarti! Berarti man kalo elo beli di online shop udah langsung tau mana yang mau dikeluarin dari lemari belom?
Apa gimana nanti aja?
Aduuhh, Hanzky ini artikelnya bagus baget… kayaknya pengen hidup lebih tenang bukan karena seseorang jadi lebih tua deh, mungkin juga karena turning point in life? Sejak tahun 2010 nikah, gw udah gak di support ortu lagi, jujur gw langsung gamang, hilang pegangan (bahkan sampe skrg). Apalagi ekonomi di sini lagi bener2 sulit dan efeknya kena ke gw.
I got really2 nice clothes and get rid of many unused clothes.
Kemaren pindah rumah, laki gw buang TV kita (kasih org lain), dan kita ga punya TV sama sekali di rumah karena kita berdua jarang nonton TV, dan program di sini bener2 gak bermutu sama sekali. Now we watch lots of documentaries from youtube, it’s much more fun!
Makanan juga skrg gw gak mau buang2 kayak dulu. Kalo biasanya mikir “hari ini makan/masak apa yah” sekarang mikirnya “apa yg ada di kulkas yah?” Walaupun cara ini gak menjamin ga ada yg terbuang, tapi jumlah barang yg terbuang ga sebanyak dulu.
Untuk pakaian, kemaren pindahan ada 5 kardus isi pakaian yg dgn berat hati harus gw relakan. Pertama, yg masih bagus banget gw jual, trus setelah itu gw bikin acara “kledingruil” artinya tukeran baju. Banyak cewe2 dateng bawa baju lama yg ga kepake, trus kita saling lihat2 barang dan tukeran. Ini cuma cara memuaskan diri punya baju baru tanpa keluar duit
‘kledingruil’ ini oke bangeeetttt… buat orang2 yang ga keberatan pake second hand clothes (kerennya, vintage deh) ini tuh oke banget buat ngehemat… apalagi seringnya gw tuh ngiler sama baju bukan yang ada di manekin tapi yang lagi dipake sama orang soalnya klo dah dipake kan baru ketauan bagusnya. Duh, adain kayak gitu dong di Jakarta, gw ikut deh pasti
Batasin aja bajunya yang no more than 200k misalnya
)
Rere, mungkin untuk bikin acara lebih kondusif dan bener2 gak men support buang2 duit. Semua orang yang bawa pakaian harus dateng dengan mindset “ini baju/sepatu/aksesoris harus keluar dari rumah”. Jadi ini bukan acara buat cari untung, tapi untuk bersih2 rumah.
Harusnya gak ada yg sakit hati lah ya… kan tujuannya cuma mau buang barang…
Setiap baju dikasih nama/nomor seri dgn indikasi siapa yg punya baju itu. Setelah muter lihat2, coba2 dan catet2 baju yg naksir, trus nanti berlanjut kayak sejenis auction. Misalnya A & B naksir baju yg sama dari si C, trus si C ternyata naksir sepatunya si B, jadi yg bisa tukeran cuma B – C, si A kalah bidding donk
Hebat deh lo berani buang TV. Gue juga udah nggak nonton TV lagi tapi tetep aja lho di kamar ada TV sama di ruang tamu dan dua-duanya subscribe ke cable channel sendiri2, bukan satu untuk berdua…boros banget kan!.
Kledingruil itu banyak dilakukan oleh FDers lho, terutama untuk makeup sih karena gampang bawanya. Sounds like a simple life you have there ya Nai….boleh dong cerita-ceritanya dibagi di FD
Great article, Han!
Need to start doing the same thing. Bagian menyingkirkan barang2 yang gak perlu atau gak terpakai sih quite easy to do for me, dan sudah mulai gue lakukan beberapa tahun terakhir ini. Tapi bagian men-stop beli2 barang yang gak dibutuhkan tuh yang paliiiing susah!
Sebenernya acara buang-buang itu hanya supaya kita ada justifikasi kalo mau beli barang baru yah
semacam reward gitu….halahhh…hahaha…
Huahaaha iya Han, gilak juga tuh gw pikir2. Beli tas sih teteup, tp no more impulsive buying
yg ngegarai tuhh kan blanja2 impulsive. Han bikin dong thread living with less, bisa dpt ide2 juga dari orang laen. Eh tapi iya loh Han, gw kok ngerasanya di rmh lebih kecil, lebih hangat gitu.
@lita: iya pas kapan tuh gw iseng2 ngitung, sampe pusing sendiri….hahhahahah
@Rika: gw kalo mlm msh mikir mau pake tas apa….hahahha. Tp berhubung yg di rumah gw cuma ada 7 tas, sisanya gw titip di rmh nyokap, jd mikirnya ga kelamaan
@Widi: start from Skincare! Hihihihi abisin dulu baru beli
Mbak Hani, artikelnya keren deh yang ini
aku setuju deh kalau dibikinin thread khusus di fd soal ini ^^ and yes you’re right europeans are very environmental friendly people. I once ask my friend here in netherlands why the choose to ride bicycle instead of using bus or motorcycle that is definetly more convenient…and guess what does she answer..It is because bicycle is environmental friendly than using bus or motorcycle!!! I’m shock, because I though she would say that bicycle is cheaper than bus or motorcycle… I do wonder gmn ya cara orang tua, guru2 dan lingkungan sekitar mereka ngebentuk pemikiran yang seperti ini. Btw satu lagi, berhubung belanda itu kecil banget, otomatis hampir semua rumah disini tuh piyik-piyik…tapi ko ya bisa ya mereka ngatur dengan OK jadi kelihatan nyaman and manusiawi gituuu… semua serba well organized, and kayaknya mereka terbiasa dengan prinsip 1 barang masuk = 1 barang keluar, aq sering liat orang buang2in furniture, tv, dll gitu atau kalau ga dijual ke toko barang bekas dsini…
kepentingan publik itu dijunjung tinggi di negara2 maju, itu kuncinya imo. so if it’s for a public good, people participate (siapa lagi kalo bukan saya mentality). kalo di indonesia kan, mana2 paling enak buat diri pribadi atau kelompoknya. so what outsiders see as tolerance, is actually people inconveniencing each other, jadi bergiliran gitu. kalo hr ini kamu yg parkir di trotoir, besok saya. anak2 meraung2 di ruang publik gapapa, anak saya juga gitu. dst. *rolls eyes*
ya mungkin masih dalam proses ya. setelah ratusan tahun dijajah dan gak ada kesempatan memikirkan diri sendiri, skrg ada opportunity utk itu. mungkin masih perlu beberapa generasi sampai berubah.
Oh iya waktu itu aku liat di mana yaa..Paris mungkin atau Barcelona? Jadi disediain sepeda pake koin/kartu gitu. Kita tinggal ke halte-haltenya aja, ambil sepeda trus kita pergi ke tempat tujuan kita, trus ya udah tinggal aja sepedanya di halte terdekat. Bisa naik sepeda tanpa perlu beli sepeda! Menarik banget kan yah….
eh ini juga ada lho di kampus ui depok
ninggalin identitas aja, tapi kayaknya ktp gak berlaku, harus campus ID.
travel is really eye-opening, isn’t it.
actually, researching for products is quite enjoyable to me. i learn so much that way, about ingredients, about how things are made, about how the color red is pronounced in other languages (i can say red in at least 6 languages mainly due to ‘researching’ makeup lol). i guess the time you spend when you do something you enjoy, is not wasted.
True, it’s enjoyable tapi kalo di gue seringnya jadi takes up so much of my time sementara to do listnya masih panjang
@hanzky @rani : iyaaaa…yuk bikin han thread nya. Hihihihi sesekali dong ah kita bahas yg agak dewasa gitu hihihihi
@widi @rani : bener wid, mulai dr skincare. Gue nih dah setahun ini udah ga beli skincare. Nah dlm 1-2 bln kedepan kyknya bangkrut nih krn pd abis semua. Gue pakein stok2 yg lama. Agak bosen n gatel sih pengen beli2 tuh kmrn kmrn, ehhh skrg pas giliran dah pd mau abis rasanya pengen ga abis2 biar ga kluar uang
)
jadi intinya save earth juga nih, soalnya hanzky ga pake lagi electric dryer yang boros listrik, xD
Gue emang udah potong rambut sih, biar nggak terlalu bergantung dengan segala alat-alat dan produk rambut. Kalo untuk sehari-hari, gue udah membiasakan untuk nggak di blow dry, tapi kalo pas ada acara atau meeting sama client, kayanya masih nggak pede karena ngerasa kurang rapih
, jadi tetep deh pake catokan..
I love this article dan smua tanggapan2nya..memberikan ide,mengingatkan lebih tepatnya untuk saya yang doyan nimbun barang di rumah termasuk di kulkas.Thanks yahhh…
Sama sama
Yeaahh., love this post so much..
Thank you..
Ak sering banget beli-beli buah banyak., trus simpen di kulkas., tp kadang suka males ngupasnya..
Ada ide ga supaya ga wasting gitu..?
Mungkin bisa dibikin menu plan jadi tau buahnya untuk hari apa aja dan beli secukupnya. Trus dibikin juice juga, bisa dibawa ke kantor.
males ngupasnya karena mungkin gak terlalu suka buahnya? beli yg disuka aja, jadi pasti dimakan. and…. pisang udah paling bener lah, gak repot. pisang susu setandan juga gue abis 1-2 hari…
@Rika, @Rani,
Bener bangeeeet! Gw udah stop beli2 skincare coba2. Dan tahun ini lagi bikin resolusi TIDAK BELI lipstick!
Impulsive buying itu biasanya emang lebih bahaya, kayanya murah meriah tapi jadi ngegampangin n beli banyak. Sama aja bo’ong.
Lipstick itu harmless kayanya yah, soalnya kecil dan apalagi kalo merk2 lokal kan murah-murah banget tuh. Bener-bener a little fix me up
nice post!
p.s: ditunggu ya thread nya…
hani, eike juga lagi dalam proses mengurangi mengkonsumsi barang, dalam hal ini baju, tas dan makeup. secara eike merangkap distributor Sole Mio, PR banget namanya gak beli baju, wong new arrivalnya saban minggu. Tp syukur alhamdulilah udah sebulan ini gak beli samsek, 2-3 bulan sebelumnya paling beli 2-3 sebulan. biasanya 2/3 biji seminggu. jadi udah bisa bangga sedikit lah. Soal tas juga. dl kayaknya sebulan bisa beli 2-3 tas. sekarang beli tas per 2/3 bulan sekali. kayak Rani, tas ku dulu ada banyak, ya sekitar 80 pas jaman jaman jahiliyah. sekarang tinggal 30 an lah. makeup juga rasanya udah jarang beli. terakhir beli kayaknya eyeliner UD yang coklat mencoklat itu. intinya kalo buat aku sih bukan buat nabung ya Han, tapi kok rasanya sia2 aja gitu beli barang banyak dan tyt gak kepake. dan mungkin juga krn eike sudah tua, jadi semangat belanja agak berkurang. kecuali soal sepatu. yang soal ini sudah berkurang jg, tp gak signifikan berkurangnya, hihihihi. dan udah 2 bulan ini eike mencoba nyatet pengeluaran, ada bolong bolongnya juga sih. tapi yang bikin aku bangga, setidaknya aku nyatet pengeluaran bukan karena disuruh betet tp karena kesadaran sendiri. yah mudah2an karena maksudnya baek ya dimudahkan jalannya ya Han, hihihihi
sorry, mau nambah 1 hal lagi. jadi intinya kalau buat aku, kalau beli trus dipake sih silahkan aja ya, apalagi kalo bisa dipake berulang ulang, utk barang fashion, kan jadi punya nilai ekonomis. yang bikin sedih itu kalo beli dan tyt gak kepake. cuma nganggur cantik di lemari. beli beli barang macam itu yang sekarang lagi aku coba kurangi Han
Iya bener Non, seperti yang aku tulis di atas, the idea bukan untuk nggak spend money tapi nggak buang-buang uang. Belanja sih pasti tetep belanja, tapi belanja yang terarah
nggak asal kalap gitu aja. Tas-tasnya dikemanain itu non? Kok nggak keliatan bersih-bersihnya di forum?
to Hanzky, boleh minta format excelnya ngga? setuju banget sama artikel ini… eh salam kenal yaa… baru pertama ikut testi di sini, seneng banget dengan artikel ini.
Coba ku email yaa, email mu apa?
menarik dan setuju banget
thank you
love this article. Abis baca langsung dipraktekin dgn declutter isi lemari. Ternyata lemari yg lega dan ga awut2an bikin pikiran jg jadi lebih lega
Iya bener, dan lebih gampang milih-milihnya kalo pagi karena kita tau semua yang ada di sana pas dan gampang di mix and matchnya