Forgot your password?

Submit Article

Oleh: Arty Ardiwinata

Di sela-sela kesibukan saya sebagai makeup artist, yang menangani makeup pengantin modern, diam-diam saya sangat tertarik untuk mengetahui lebih dalam tata trias tradisional. Saat FD memberikan kesempatan untuk mengikuti Beautfying Indonesia Conference yang salah satu acaranya adalah sebuah workshop yang dibawakan oleh ibu Tienuk Riefki, maka saya tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

Workshop tersebut membahas Tata Rias Pengantin Tradisional Jogja Paes Ageng, yaitu tata rias keraton Jogjakarta yang telah disahkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pendidikan.

Kekaguman saya bertambah saat Ibu Tienuk menjelaskan secara singkat bahwa betapa bangsa kita sangatlah kaya akan warisan budaya yang tak ternilai harganya, Tata Rias Pengantin Jogja Paes Ageng adalah salah satunya. Menurutnya, nenek moyang kita menggali dan mempelajari proses yang tidak sebentar, oleh sebab itu janganlah sampai menghilangkannya. Tidaklah salah memodofikasinya tetapi harus ada batasannya, harus tau betul aturan-aturannya sehingga tidak merusak tatanan-tatanan yang sudah ada.

Tata Rias Pengantin Jogja Paes Ageng sangat identik dengan yang namanya Paes, yaitu lekukan-lekukan hitam yang dibuat di dahi dengan sisi keemasan yang disebut Prada. Selain itu, bentuk alis yang khas juga sebagai ciri dari tata rias ini yaitu alis dibuat dengan wara hitam berbentuk menjangan dan bercabang. Tata rias ini  dipadukan dengan tata busana Dodot atau Kampuh lengkap dengan perhiasan khusus. Rambut sanggul Bokor dan aksesoris-aksesoris yang unik lainnya.

Menurut saya Tata Rias Tradisional adah perpaduan antara kecantikan alamai seseorang, keunikan tradisi daerah masing masing dan olahan tangan trampil masing masing perias sehingga menghasilkan mahakarya seni yang indah.

Sebuah mahakarya tatarias tentunya memiliki ciri khas dari masing masing perias, meskipun teori dan aturan tradisi sama, itulah yang dinamakan signature. Begitupun dengan tatarias Ibu Tienuk Riefki mempunyai keindahan dan ciri khas tersendiri yang dihasilkan dari tanganya. Kerja keras, komitmen kepada para kliennya dan ketulusannya dalam setiap melakuan pekerjaannya adalah factor-faktor yang tak kalah pentingnya sehinga sebuah karya menjadi sangat bernilai dan disukai.


7 Comments to “Ketika Tradisi Menjadi Kebanggaan”

  1. mai says:

    indah banget,, elegan dan kayanya untuk bikin seindah itu perlu skill tinggi

    jadi pengen ,, klo nikah riasannya kaya gitu (>u<),, ahahahaha

  2. snow says:

    Woow cantik bgt! *iyalaah Tienuk Riefki..!
    Aku suka bgt rias pengantin Jawa; waktu merit kebetulan pake paes – paes Solo sih tapinya.
    waktu itu, aku ngerasa kynya bukan penganten klo ga di-paes..hahaha.. jadi biarpun abis itu ada bekas2 cukuran n tinta paesnya itu looh ampuuun tebel n susyaah ngilanginnya, tp aku seneng bgt merit ala Jawa gitu :D

  3. lena says:

    adakah makna di belakang bentuk/warna/format paes ini? di belakang dodot? saya pikir yang perlu dilestarikan adalah falsafahnya/fungsi di baliknya, bukan bentuknya. karena kondisi sosial sekarang dan 100 tahun yang lalu berbeda. dodot misalnya, kalau hanya dijelaskan sebagai ‘indah’ dan ‘sudah tradisi’, akan sulit sekali dipertahankan di tengah gempuran konservatisme terutama berkaitan dengan tubuh wanita.

    to be honest, i’m often very disappointed that some of our traditional ways can’t be explained more convincingly by the practitioners/people who have knowledge about them. tradisi asing yg baru masuk hitungan puluhan atau ratusan tahun malah bisa lebih convincing dan berpengaruh daripada tradisi yang sudah ribuan tahun.

  4. ratri says:

    anggun dan klasik…waktu merit aku juga pake riasan paes ageng, walaupun repot dan capek baik sebelum maupun sesudahnya..tapi seneng banget bisa ikut melestarikan tradisi

  5. Weny febri says:

    Wajib bgt u/qta mlestarikn budaya indonesia.. Tp mang bnr bgt,pganten bpaes baik solo maupun jogja..qta jdi kliatn anggun & klasik ky putri2 keraton :-)

  6. Novita says:

    wow, jadi pingin belajar lebih dalam tentang make up tradisional…

  7. aqila says:

    Kita Harus Teru8s Melestarikan Kebudayaan Bangsa Salah Satu Nya Dengan Cara Meneruskan Pengemabangan Seni Make Up Tradisional, Ngga Kalah kok sama Negara Lain

Leave a comment...

Login or Register to post a comment.

Trackbacks/Pingbacks

Editor's Corner

1. The Sporty Fragrance Note: A floral citrus fragrance combining grapefruit and blue lotus, resulting in a vibrant and energetic fragrance. Nopai's Review: I never really considered ...
There are three types of Levi's CurveID jeans available: Slight Curve, Demi Curve and Bold Curve. To know more about the different type of CurveID and ...
We've also faced with terribly sad news, our Editor Rizka leaving the company to pursue career in different area. We held one exciting farewell party ...
Did you know that Fashionese Daily this year is already five years old? Such a milestone, right? It has been nothing but exciting and colourful five ...
I know, after this particular post, anyone would laugh when I throw them the idea of me going on a living with less journey. To ...

Online Shop

Partners