In this interview, Ligwina said that she had gone through a black period. A term she created for a situation where you are not allowed to have any shopping and lifesytle expenses. No new clothes, no shoes, no magazines, no fancy dinners and other unnecessary things. She recommends this treatment to her clients who are in really bad shape financially.
Turned out, there are quite a few of you who have gone through black period with their own reason, and there are many who are intrigued to do the same. Read on, maybe these four ladies experiences can help you make up your mind

Nopai – Rika – Dhyta – Arie
Situation: Nopai has experienced it for 1.5 months, while Rika started in December and just stopped recently. Both Dhyta and Arie have been on black period for two months.
Nopai: Waktu ngejalanin sih gue belum tau istilah black period. Awalnya pas gue abis melahirkan Maika kan emang susah kemana-mana karena nggak pake babysitter, jadi emang susah mo belanja. Setelah Maika umurnya tiga bulan, mulai deh gue berani ajak Maika ke mall sendiri. Mulai liat-liat baju, tapi kok rasanya pengeluaran untuk Maika aja gedeeee banget! Mana waktu itu rasanya nggak update banget soal make up, fashion, tas, dll. Jadi gue bertekad nggak belanja dulu deh, lagian nggak perlu. Oh ya waktu itu lagi ngisi apartemen yang three bedroom juga.
Rika: Alhamdulillah gue menjalankan detox ini bukan karena keharusan, tapi lebih karena kesadaran buat mulai menghargai uang yang dihasilkan dengan susah payah. Ini otak gue rasanya udah di-brainwashed sama Suze Orman. Kebetulan suami gue suka banget baca buku tentang manajemen keuangan dan kita berdua suka nonton Suze Orman show, jadi sering banget ketampar. Kadang karena kita merasa mampu, gampang banget kita belanja. Sampai ada titik gue merasa kehilangan excitement untuk mendapatkan sesuatu. Ditambah kita ada rencana liburan tengah tahun ini, jadi semakin semangat nabung.
Dhyta: Sebenernya sih bukan karena secara sadar tertarik untuk menjalani black period, tapi lebih karena terpaksa. Ada beberapa faktor yang berkontribusi pada keputusan gue untuk menjalani black period ini. Pertimbangan pertama karena gue pasti akan balik ke US lagi dan dilihat dari barang-barang yang sudah gue kumpulin dari sejak gue datang ke Indonesia sudah nggak mungkin lagi muat di dua koper, yah terpaksa mesti lebih hati-hati dalam berbelanja (I must say that I might need four or five luggage to pack in all those clothes, shoes, books and other stuff I’ve collected so far). Yang kedua, looking back to the last few months, I realized that I have spent more than I should have, ditambah dengan proses pindahan rumah gue baru-baru ini yang bener-bener menguras kantong. So there, it’s not by choice, to be frank.
Arie: Semenjak jadi freelancer, saya jadi merasa kalo income bisa dateng kapan aja. Dan itu bikin saya tambah ketagihan belanjanya. Easy come, easy go
. Kalau dulu zaman kerja, belanja tersiernya adalah: mainan anak, buku anak, baju saya dan anak, suami, buku-buku kesukaan keluarga, beberapa kosmetik. Terakhir tambah seneng beli-beli kosmetik, baju, perhiasan lucu-lucu, tas, sepatu (ya ampun) bahkan dompet!.. dan berbagai jenis parfum serta.. body lotion dan pernak-perniknya itu (duh!). Pernah saya pesen belanjaan dulu karena bakal ada project freelance besar, nggak taunya project itu diundur. Waduh! Terpaksa bongkar tabungan keluarga (my bad!) buat bayar itu belanjaan. hiks…
Jadi setelah itu saya putuskan untuk nggak nekat lagi dan mulai ngerem belanja. Uang dari project-project freelance lainnya saya putuskan untuk mengembalikan tabungan keluarga buat jaminan taun depan keluarga tinggal di Eropa mengikuti suami. Dengan berkurangnya uang tabungan sebagai jaminan, jadi membuat saya berpikir, bisa nggak saya hidup di negeri orang yang serba mahal dengan gaya hidup saya? Kalau kayak gini terus, nggak bisa lah. Jadi mau nggak mau I have to reduce my spending!
Nopai: Pas 1.5 bulan itu nggak ngerasa sakaw. Godaan juga nggak banyak, paling pas liat Massimo Dutti ato Zara suka pengen masuk, tapi selalu berhasil menahan diri nggak beli apa-apa. Karena kebetulan yang gue taksir waktu itu gak mendukung kondisi gue yang masih menyusui (musti gampang akses)
Rika: Pastilaaaah…hihihi bohong banget kalo gue bilang engga kan. Godaan terberat? Udah pasti yah MarketPlaza nya FD dan racun-racun di Twitter. Yang gue inget awal Maret kemarin pertahanan gue jebol pas heboh Brightspot Market dan gue nitip Cotton Ink sama Deszell. Gila yah beberapa bulan itu pertahanan gue hampir jebol berapa kali tuh, apalagi kalau lagi chatting sama Deszell si juragan Longchamp. Wakakakka
Dhyta: Of course! Sakaw berat hahaha. Godaan terberat sebenernya ada di kepala gue sendiri. Every time I look into my closet or shoe racks, I talk to myself, “I don’t have anything to wear” or “I need new shoes“, despite the fact that I still have few pairs of brand new/unworn shoes and clothes. Ada aja alasannya. For instance, when I see my high heels collection I would say “Oh I really need some comfy flats“, or if I see my closet I would say “I need this kind of top to go with this skirt I have“, and so on hahaha. Oh, also when people are twittering about sale events or bazaars that are going on out there. Let me tell ya, rasanya mau mampus menahan diri untuk nggak pergi ke Brightspot Market yang terakhir kemarin, especially knowing that my favorite designers were all there. But I did it.
Arie: SAKAW laaah.. godaan terberatnya kalau lagi chatting sama temen yang baru abis beli ini, beli itu dan ke toko buku
sama ke Mall obviously. Satu bulan pertama SUSAH. Garuk-garuk aspal rasanya. Kalo uang nggak abis rasanya mubazir hahahaha.
Nopai: Gue bener-bener nggak belanja make up, baju, sepatu dan tas. Starbucks, froyo dan salon pun lewat. Majalah gue masih beli, tapi cuman majalah Mother & Baby aja. Belanja buat Maika masih jalan, kan butuh.
Rika: Detox atau black period gue ga se-ekstrim yang dijabarin Ligwina loh, Han. Gue masih makan enak, masih naik taksi. Make up jelas enggak!. Ini malah sudah lebih lama lagi detox-nya. Kalau skin care jangan detox, tapi juga beli yang dibutuhin aja alias jangan coba sana sini. Kebetulan awal February kemarin eye cream dan day cream gue abis, yah mau nggak mau gue harus beli dong. Idih kita hidup hemat kan bukan berarti kudu keriputan
)
Baju, sepatu dan tas juga sama sekali enggak. Apalagi tas yah, gue bertekad nih nggak nambah tas sampai mid 2010. Any bag in any price. Majalah, Starbucks, dan jajan sih masih karena selama ini pun gue nggak berlebihan mengkonsumsi hal-hal tersebut. Kalo nyalon mah gue jarangbanget deh di KL sini. Selain mahilda, nggak bagus juga hasilnya. Jadi emang dah males aja nyalon
(Okay baru keinget nih, mudah2an emang cuman ini
kayaknya some time in January gue pernah beli dua baju di Facebooknya Batik Centil )
Dhyta: No make ups. No clothes. No shoes. Kalau makan diluar sih masih, meskipun frekuensinya dikurangi, dan lebih menghindari fancy restaurants. Soal beli majalah sih nggak terlalu berat menghindari, since I rarely buy (women or lifestyles) magazines to begin with. Ke salon cuma potong rambut. The last time I got hair treatment was probably in December. Satu yang nggak bisa gue hindari adalah beli buku. I think my biggest spending during my black period was on books. Tapi masih tetap dalam taraf wajar kok, nggak melebihi alokasi dana.
My last fashion and lifestyle related purchase(s) sih mungkin sekitar Januari lalu, yakni tiga pasang sepatu dari Toko Dua Amoi. I also splurged on iPhone in January. Sebenernya sih, gue ada beli-beli beberapa furnitur macam rak buku, lemari kecil, dll yang nggak terlalu mahal akhir-akhir ini (although those small inexpensive things really add up). Tapi gue melihatnya sebagai kebutuhan, bukan leisure.
Arie: Mmmh.. masih belanja *nangis bombay* tapi udah dikiiiiit banget. Terakhir masih beli palet Bobbi Brown (jedot-jedotin kepala), Crocs Malindi dua biji. Makan di luar pake uang suami. Dan aduh, iya masih suka ke kedai kopi. Salon masih tapi dah nggak tiga hari sekali kayak dulu, sekarang dua minggu sekali dah bagus (kata suami).
Nah, belanja untuk anak.. mmmh udah berkurang, dalam arti, kalo dulu beli baju di Debenhams, Mothercare, Okaidi Obaibi sekarang cukup di Matahari. Kadang kalo pengen ya cari yang online karena lebih murah dari pada gue jalan ke mall
Nopai: Setelah kira-kira 1.5 bulan, tiba-tiba hasrat belanja gue menggelegak! Asli, tiba-tiba merasa gue ini itik buruk rupa yang butuh baju baru selain t-shirt, nursing tee, dan jeans! Plusssss… waktu itu badan gue balik kurus banget, lebih kurus dari sebelum hamil. So butuh jeans baru dong?
Tiba-tiba gue stress dan nelangsa! Dalam tiga hari, gue kalap di GG>5, Zara, dan Massimo Dutti. Dan oh ya beli dua jeans baru di Levis. Abislah beberapa juta dalam sekejap
Rika: Yang batik centil kan judulnya cheating yah boo…hahaha. Kalo yang bener-bener belanja karena gue merasa “Ok…cukup dulu deh puasanya”, itu pas gue pengen banget nitip Cotton Ink di Brightspot Market. Terus beberapa hari yang lalu deh gue beli jeggings. Wakakaka. So far masih terkendali sih belanjanya.
Dhyta: Another month, perhaps?. I don’t really think about that. Hopefully I won’t go crazywhen it’s over. Nggak pernah terpikir juga apa yang akan gue beli setelah black period. Apalagi sebenernya gue ini impulsive shopper. I never really make plan in term of what I want or need to buy. Bad, huh?! But I do see myself going on a vacation after the black period though
Arie: Sampai target tabungan keluarga kembali terpenuhi. Maunya sih ada lebihnya untuk beli tiket dan sewa properti di calon tempat tinggal nanti. Kalau udah selesai mau beli.. mmmh tas Kate Spade (tetep yah) dan emas batangan buat investasi saya pribadi
Nopai: Emh, gue waktu itu berhasil ngejalanin (walo sesudahnya gagal!
) karena ada kesibukan baru. Yaitu musti isi apartemen baru dan bayi baru/ Jadi.. tips gue sih, cari kesibukan yang bisa mengalihkan perhatian dari shopping! Sesibuk mungkin! Bahkan waktu itu gue dibeliin tas Louis Vuitton ama mertua gue pun nggak gue pake tuh. Baru gue pake terakhir-terakhir ini.
Rika: Frekuensi ke mall/browsing gue sih enggak berkurang. Window shopping juga masih, cuma gue punya mantra jitu nih..“Gue ga mati karena gak beli barang ini.…tapi gue bisa mati karena hidup susah kalo nggak punya emergency fund dan tabungan“ — hard core yah mak mantra nya?.
Intinya sih selalu ingat aja goals yang udah dibuat. Sebenernya, puasa belanja itu sama aja kayak puasa makan minum. Awalnya susah setengah mati, tapi begitu kita dah ketemu ritme nya, jauh lebih mudah dijalanin. Dan seperti puasa makan minum yang juga tidak dianjurkan untuk setiap hari terus-terusan tanpa isitirahat, puasa belanja juga perlu rehat
. Tapi nggak pake kalap loh hahahaha.
Dhyta: Mengurangi pergi ke mall atau browsing memang sebenernya membantu banyak, but that’s not the point. You will get burnt out if you lock yourself at home in order to avoid looking at things in the mall. Malah stress ntar hahaha. Gue sih mencoba fokus ke depan aja dan berusaha keras untuk disiplin. Terus mengingat tujuan gue untuk menjalani black period ini. Think about your purpose and hold onto your motivation.
Arie: Nggak ke mall jelas ya. Untungnya anak saya juga nggak demen ke mall. Sekarang kalo jenuh di rumah, ajak bocah ke playground aja. Bawa buku-buku banyak dan cd sementara anak saya main. So far, it works.
Nopai: Enggak. Gak berhasil buat gue. Pernah, gue pulang ke Tasik, jelas cuman di rumah, nggak belanja. Seminggu full! Pulang ke Jakarta? K-a-l-a-p. Masuk mall rasanya kayak menghirup udara segar
Rika: Mau dong
but give me a break first, okay…
Nopai: Gak cocok buat gue. Mendingan juga sistem budget. Jadi budget-in aja buat shopping berapa. Silakan belanja deh sepuasnya. Tapi ya sistem budget ini pun masih suka kecolongan.. heheheh..
Rika: Ternyata gue bisa bertahan hidup dan tetap bisa gaya tanpa barang barang yang sempat menggoda iman gue itu. Dan gue jadi tahu limit! I mean, my life is no different whetherI have three or four blushes or 30-40 blushes. Hauahahhaha telat yah booo…nyadarnya begitu punya 40 blushes. Dan satu hal lagi, gue pengen bisa merubah sikap gue dalam menghargai uang, gue masih tahap pemula dalam pembelajaran ini.
Dhyta: I learned that there is no way I can stop being a shopaholic, but I also learned that with certain purposes and a strong motivation I can at least put a break on my shopping habit. And oh, I found out that I can spend only 1/4 of what I normally spend. Amazing, eh?!
Arie: Pertamanya saya merasa kalo black period ini nggak baik untuk kesehatan mental saya
. Tapi setelah ikhlas ngejalaninnya, pikiran lebih enteng dan kayanya tensi darah saya mulai normal hehehehe..
—–
Thanks a lot for sharing, ladies! I’m starting my black period journey today. Now I have better understanding on what to expect and what not to do (like chatting with Deszell is a big NO..:D). To all of you who are planning to do the same thing..Good luck, you can do it!
RT @fashionesedaily:Berencana utk mengencangkan ikat pinggang?Black Period?Why Not.Let's read 4ladies experiences here http://bit.ly/93p6P9
RT @fashionesedaily: Berencana untuk mengencangkan ikat pinggang? Black Period? Why Not. Let's read 4 ladies experiences here http://bit.ly/93p6P9
OkehhRT @fashionesedaily Black Period? Why Not. Let's read 4 ladies experiences here http://bit.ly/93p6P9
RT @fashionesedaily: Berencana untuk mengencangkan ikat pinggang? Black Period? Why Not. Let's read 4 ladies experiences here http://bit.ly/93p6P9
RT @fashionesedaily: Brencana utk mengencangkan ikat pinggang? Black Period? Why Not. Let's read 4 ladies experiences http://bit.ly/93p6P9
RT @fashionesedaily: Brencana utk mengencangkan ikat pinggang? Black Period? Why Not. Let's read 4 ladies experiences http://bit.ly/93p6P9
[blog post] Black Period? Why Not! Here’s What They Said.. http://fdly.me/9r3sdZ #fb
RT @fashionesedaily: [blog post] Black Period? Why Not! Here’s What They Said.. http://fdly.me/9r3sdZ #fb
@indahkurniawaty black period itu maksudnya diet kaga belanja apa2..cekidot http://bit.ly/bZlVfv
Hehe, banyak yg nanyain black period itu apa? See this article from @fashionesedaily http://bit.ly/bZlVfv , inspired by @mrshananto
[...] saya coba DM wit @rumahmika… Finally, mommy mika reply DM saya dan kasih tau linknya ini <–plis do [...]
[From The Archive]: Black Period? Why Not! Here's What They Said.. http://t.co/MhZl7wcQ
ya ampun nama gue dibawa2 Rika.
Tapi emang bener loh mal, chatting sama elo itu emang ‘the ultimate challenge’. Wong udah manis2 nggak liat2 MP dan gak window shopping, eeehhh elo ngebuzz di YM dgn informasi barang teranyar
Lah kok ini malah nyalah2in Amal sih hihihihi
Anyway, gue jg udah black period dari sekitar bulan Desember. Maybe even longer than that, pokoknya gue inget the last time I splurged was during our Bandung shopping trip and then that’s it (with the exception of a few inexpensive things that I got from CQ hehehe)
lagi black period menahan segala godaan berbelanja spatu baju tas kuteks nyalon etc.. cuma gara2 my big day gonna come soon and i need to save
g brasa mau gila,, lewatin mango zara cuma bisa mempercepat langkah biar nga liat apa yg d pajang sama mereka d etalase , apalagi lewatin charles keith *sesek napas*
Gue lagi black period sampe 3 tahun ke depan kayaknya, hihihi… Secara rumah belum lunas, jadi tiap ada uang lebih malah pasti ngeduluin untuk biaya produksi barang jualan dan lain-lain. Ngga pernah ngasih ‘reward’ ama diri sendiri setiap ada income. Untungnya, gue lebih ‘merinding’ kalau ngelihat furniture dan barang elektronik yang dibutuhkan rumah daripada tas, baju, sepatu. Ngiler fashion items dan make up sih iya banget, tapi kalo ke toko meubel/furniture malah bisa sampe kemimpi-mimpi.
Ini artikel sumpah deh, baguuuus banget!! *suka mantranya Rika*
gw harus coba menjalani black period ini, setelah pulang liburan ini *sambil memandang list liburan berikutnya* :frusty: , mana pertengahan tahun ini kantor rencana pindah yang cuma selangkah dari mall :nottalking:
arie ikut dung…:bounce:
Sama kyk Opi, gw ngejalanin black period kira2 sampai 3th kedepan. Alasannya gw skrg lagi ikut suami yg sekolah lagi di jepun yg biaya hidupnya super duper mahal. Utk memenuhi biaya hidup sehari-hari dgn mengandalkan beasiswa suami, udh pasti gw harus ‘puasa’ dari godaan belanja. (gw niat ga akan ambil uang di tabungan Indo). Tujuan gw, 3th lagi balik Indo gw udah bisa punya rumah sendiri.
Artikel ini emang bagooos bangedh, bracing up my spirit to do this black period more…
Ya ampun Rika 40 blushes…buanyakkk banget. Setelah gw baca pengalaman keliyan, kayaknya black period is not good for me. Yakin pasti sesudah black period yg ada pasti malah kalap balas dendam
So gw prefer yg budgeting dah.
Thanks ladies for sharing with us and thanks FD for bringing up this topic. Well done!
I really need to go through this Black Period deh
Soalnya sekarang kondisi keuangan gw lagi ngak sehat banget
apalagi abis pindahan jadi sempet lumayan juga keluarnya
Untungnya sebulan kemaren gw berhasil ngebudgetin pengeluaran makan gw.
Makan siang pake catering dan makan malem jarang ke fancy resto
Gw janji sih mau sama sekali nggak belanja dua bulan ke depan
mudah”an berhasil
kayaknya gw nih yg musti mulai Black Period. Udah numpuk banget tagihan CC, anak mau masuk SMP, belom furniture udah pada lapuk..(eh curcol ye..)
Doakan aku sukses teman-teman..hiiksss…
Kalo gw kayanya kok banyakan black periodnya daripada yg ngga. Haha. Eh ngga jg ding *lsg sadar byk belanja*. Secara ga sadar skr gw lg menjalani black period karena nabung buat lahiran. Beberapa bln kemaren gw msh belanja kosmetik sekitar 3 kali/bulan. Tp udh sekitar 3 bulan ini stop. Keinginan belanja gw digantikan dgn belanja kebutuhan bayi, yg emang urgent. Sepatu gw masih beli jg kemaren, tp itu jg karena butuh. Persiapan lahiran ini bener2 mengubah hidup gw deh! Udah ga kepikiran lagi untuk belanja baju, sepatu, tas dan aksesoris yg sifatnya impulsif.
Tapiii gw paling susah mengerem keinginan makan enak dan nonton. Rasanya stress kalo wiken ga keluar rumah untuk makan enak, atau melewatkan film2 bagus di bioskop. Duh.
gue black period kalo ga sadar aja sih. kadang bisa kalo lagi sibuk di kantor, balik malem, itu bener2 yang uda ga bisa ngapa2in lagi. wiken juga diem di rumah, makan seadanya aja. tapi ya gitu deh, alam bawah sadar kayaknya stress ga jelas.
sama kayak nopai, kalo ke mall kaya menghirup udara segar jadinya.
kalo gue mending budgeting aja deh, sama kaya rani… ehehe
nice article !
Nice and interesting articles! Hmm, kl buat gue mungkin pernah jg black period tapi nggak sadar. Or basically gue jg emang bukan impulsive shopper. Ada sih kadang2 gue impulsive, tp most of the time gue emang niat mau beli sesuatu makanya belanja. Dan gue jg mayan budget concern, trus kg alokasi dana.
Nggak ada sih sampe punya shopping account, tapi biasanya gue udah sisihin dulu yang mau ditabung. Baru deh kalau belanja krn gue biasanya pake credit card nah gue selalu monitor pemakaian credit card gue.
Kalo gue merasa udah mayan banyak, gue akan ngerem. Kl pengen banget barangnya, gue biasanya nunggu sampe cycle credit cardnya ganti, jd kan bayarnya jg bulan berikutnya. Dengan cara ini mayan mengontrol pengeluaran jadinya.
duh bacanya sambil deg-degan. tapi bener tuh, chatting sama amal is b.a.h.a.y.a. tapi, gue rasa buat orang lain, gue juga bahaya lol *warning*
oh iya, di forum sekarang ada thread shopping diet support group, buat curhat dan sharing tips and tricks surviving the black period…
http://femaledaily.com/showthread.php?t=3440
untung Amal gak pernah ngeracun gue… tau dia kalo gak mempan, hahahhahahahaa…. *masih nyalahin Amal* =))
Gue janji bulan april ini akan jd ‘my black period’ tapi oh tapi baru tanggal 2, diriku sdh order 1 top H&M di Deszell, 1 liptstick, dan 1 majalah (majalah ga pa2 deh). Smoga di hari2 berikutnya diberikan kekuatan iman utk ga blanja. amin.
lupa, smalem beli 2 batik garut
love this so much!!! Kayaknya mulai sekarang harus: hapus2in online shop2 di FB! Dulu sih banyaak banget, tapi sekarang udah berkurang banyak juga
MASALAHNYA, os yang masih jadi temen itu barang2nya bagus-banguuuss, hikshikshiks.. Dan yg kedua: pas dapet gaji, langsung masukkin ke tabungan yang CI*B Ni**a soalnya untuk tabungan yang satu itu aku gak punya kartu atmnyaa hehehe.
lumayan black period. secara lagi ngungsi di korea, yang 1. harganya emang aujubile banget, 2. mau beli baju juga ukurannya mini2 bok, gak cocok ama bodi gw; 3. gak bisa beli majalah korea, berhubung buta huruf. majalah berbahasa inggris jarang, toko buku berbahasa inggris adanya di seoul. 4. jarang ngopi2 & makan2 di luar, berhubung krucil pasti ikut, yang tentu akan menghilangkan esensi nyantai2nya itu
(dan dipelototin ama native korean karena mereka bikin kehebohan bin keributan). mirisnya, udah begitu pelitnya, teuteup masih suka minus. hadehhh….pusing gw.
Hadduhhh, sepertinya gue juga hrs mencoba deh ni black period, gue pingin banget ada extra budget buat holiday huhuhuhu..”ngelus ngelus dada” Ini article bagus banget buat saving some money kalo emang udah ngerasa harus “ngerem” nih penyakit shoppaholic dan ngerasa pingin bgt punya saving extra ditabungan. huhuhuhuhu..wish me luck yahh
gw mo black period ah… tapi ntar, mau belanja dulu sepuasnya, baru deh tarik napas siap-siap ‘puasa’… sumpah nih artikel menginspirasi banget n bikin gw gak merasa sendirian…
It’s a great article, Han! Love it!
Anywaay…gw malah seneng chat dengan Amal [lho kok Amal lagi...haha...] soalnya ngebahas barang yang kita suka sampai detail. gw puas ngebahas dan malah nggak kepingin beli jadinya…hehe…. abis kadang2 kita cuma curious aja sama satu barang dan beli for the sake of curiosity and or keracunan pendapat orang…padahal belum tentu perlu. nah, kalau udah dibahas tuntas jadi ketahuan deh kita bener2 perlu apa nggak. Thanks to Amal! *wink*
Tx for this nice article. I really want to try black period krn kemarin2 habis memborong sepatu, makeup dll. Tabungan makin lama makin menipis karena banyak pengeluaran. Smoga bisa menjalankan black period ini
Nice article. Secara tidak sadar, gw udah ngejalanin black period ini for 2 months. Awalnya sulit banget, uang untuk belanja tas malah lari ke makan2 di fancy restaurant. Sampai akhirnya, pacar turun tangan dalam membantu meneguhkan alasan-alasan gw untuk melakukan black period.
Selama 2 bulan ini, gue ingin menabung untuk beli lensa kamera yang bisa membantu pekerjaan gue… Yah, gue berharap black period gue bisa terus berhasil. Biarpun nyiksa juga ketika lagi liat2 katalog barang2 yang menggiurkan untuk dibeli
buat persiapan black period bulan ini, gw udah mulai latihan2 dari bulan lalu. Tapi gagal total, ya! Yg ada gw malah beli 5 tas (!) dan beli baju casual lagi (padahal yg butuh banget baju kerja). Padahal udah (hampir) berhasil gak beli lipstik / produk makeup samsek. Lemes dehhh! Belum lagi pengeluaran kalo buat makan2. Alhasil, ada tambahan duit malah gak terasa nambah
Learning gw sih emang buat gak belanja itu perlu bener2 niat banget! Gw mulai lagi besok (right, it always start tomorrow
) n harus berhasil krn udah deket tahun ajaran baru, tabungan pendidikan udah bener2 mulai dikejar! Semangattt!!!
Thanks buat sharing pengalaman ya, girls! Ty juga buat FD yg munculin cerita ttg the black ladies
gw baru inget udah lamaa banget gak bela beli tas…terakhir taon lalu, sepatu sandals apa lagi…..itu udah termasuk ‘blackperiod’ yah. haha. Tapi, akhir2 ini justru gw kalap beli jilbabs lutcu², dress, cottonink dan parfum ihihiii. Harus bisa nahan ngikutin cara ‘blackperiod nih, sapa tau bisa kebeli DSLR! ihihii
Nice artikel FD….Thanks
wah… nice artikel
gw pernah ngejalanin black period ini, kurang lebih 6 bulan.
jadi gak ada beli baju, sepatu, make up, kurangin makan di luar tapi gw tetap beli buku, karena barang yang satu itu emang kebutuhan dasar gw..
tahan sih tahan..
tapi pas tiba2 entah kenapa gw jadi rajin nge-forum lagi
mulai deh gw kalap..
emang sih skrg kalo liat baju ato sepatu minat gw udah berkurang.
gw masih sadar mana yang benar2 butuh mana yang nggak.
tapi kalo soal make up and skin care, entah kenapa gw tetap gak bisa nahan
tapi kayaknya gw mesti bikin program black period lagi,
perlu nabung buat rencana-rencana ke depan nih…
wish me luck
Good luck Benicta ;D