Wakatobi adalah akronim dari Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, Binongko, yaitu pulau-pulau utama yang berada di wilayah Kabupaten yang terletak di Sulawesi Tenggara tersebut, yang penduduknya termasuk dalam kelompok etnis Buton.
Benang hasil pintalan dari kapas setelah diwarnai; kain yang sudah jadi dan telah dipakai bertahun-tahun
Sudah turun-temurun kegiatan menenun kain dilakukan oleh masyarakat Wakatobi, yang pada awalnya memintal sendiri benang dari kapas, dan mewarnainya dengan pewarna alami. Di jaman modern, masyarakat masih menenun, walau benang dan pewarna sebagian besar dibeli di toko dan tidak dibuat sendiri.
Kebijakan pemerintah daerah yang menganjurkan pegawainya memakai pakaian hasil tenun lokal sebagai seragam, membantu menggairahkan kembali kegiatan tenun di Wakatobi.
Wakatobi juga semakin dikenal lewat promosi gencar keindahan lautnya, dengan icon Nadine Chandrawinata, mantan Putri Indonesia. Wisatawan yang datang pun kerap mencari oleh-oleh berupa kain tenun.
Nadine berselendang tenun Wakatobi >>
Ada macam-macam pola yang berkembang, namun yang utama berbentuk garis memanjang, yang biasa dipakai oleh wanita, dan garis kotak-kotak, yang biasa dipakai pria. Biasanya penenun juga membuat satu set kain untuk dipakai berpasangan. Motif ikat juga ternyata dikenal di daerah ini.
Kiri: set kain dan selendang dengan benang metalik; Kanan: motif ikat putih-ungu
Pola khas lainnya adalah penggunaan benang warna metalik (emas, perak, hijau, merah, biru dll) yang digabungkan dengan benang katun, sehingga ketika diterpa cahaya, kain berpendar cantik.
Kiri: dua kain motif kotak biasa dipakai pria; Kanan: kain berpasangan
Seiring dengan beragamnya pembeli kain saat ini, pengrajin mulai bekerjasama dengan perancang untuk membuat motif-motif baru. Saya sempat melihat beberapa motif hasil interpretasi baru yang sangat indah dan unik. Sayangnya, kain bermotif baru ini biasanya dibuat berdasarkan pesanan, dan tidak ready-stock untuk dibeli. Kain pesanan dengan motif yang rumit pembuatannya bisa memakan waktu satu bulan atau lebih.
Kiri: gezebo tenun milik seorang guru SD sekaligus penenun; Kanan: shopaholic kain terpana melihat sarung for sale satu lemari penuh
Rata-rata sarung tenun berbahan katun dijual Rp150.000-Rp200.000; bila bercampur dengan benang emas, perak atau warna-warna metalik lainnya, maka harganya mulai dari Rp300.000. Kain dan selendang dari bahan benang metalik dengan kualitas yang bagus dihargai Rp450.000 ke atas.
*Foto Nadine Chandrawinata diambil dari Kompas.com
[blog post] Pesona Kain Nusantara: Tenun Wakatobi http://fdly.me/d9g8Pc #fb
100% Indonesia RT @fashionesedaily: [blog post] Pesona Kain Nusantara: Tenun Wakatobi http://fdly.me/d9g8Pc #fb http://myloc.me/5aI6E
blog post] Pesona Kain Nusantara: Tenun Wakatobi http://fdly.me/d9g8Pc #fb (via @fashionesedaily)
Awww, cantik cantik Lena!.. itu kain kain tenun rencananya di bikin apa? dishare di forum yaaa.. thanks for writing..
cantiknya…saya jg kepengen nih, bisa buat jahit baju. kalo di jakarta, bisa beli di mana ya?
altaira, siap! kita bicarakan di thread yo! gue juga masi binun mau diapain nih 2 lagi (lain2nya sih sudah dipalak orang rumah hehehe). hmmm ini tebel fabricnya lho, jangan2 bisa bikin tas ya?
suelovessew, iya, sebagian besar bakal gue bikin baju tuh. di jakarta? embuh
Bisa aja..insyaallah next week ada laptop bag&cases nya yg pake lurik..mudah mudahan bs jd inspirasi..selanjutnya di thread aja kan? Heheh khwtr mengganggu ketertiban umu..
hehehee… mbak2 mesen ajja ama aku
itu kampung enek naku koq…
kalau lebaran, ak suka pulang kampung
wah ini dia ada tawaran, kalau ada yg mau pesen.
persisnya kampugnya di mana say? gue mau juga pesen nih, yg original dengan benang hasil pintalan dan pewarna alami…
are you a forum member?