Ulos dalam Bahasa Batak berarti Kain, dan secara garis besar pemakaian Ulos dibagi menjadi tiga cara yaitu siabithononton (dipakai), sihadanghononton (dililit di kepala atau ditenteng), sitalitalihononton (dililit di pinggang). Namun untuk pemakaian detail dan motif Ulos, adalah berbeda-beda tiap suku-suku Batak. Misalnya pada suku Batak Simalungun biasanya mengenakan kain ulos bulang dengan motif gatip dan untuk sehari-hari mereka memakai Ulos jobit dan penutup kepalanya Ulos suri-suri. Pada suku Batak Toba, mereka mengenakan Ulos mangiring sebagai penutup kepala, dan menggunakan selempang Ulos ragihotang dilengkapi dengan sarung.
Setiap kain tradisional, mempunyai fungsi yang berkaitan dengan religi, demikian halnya dengan Ulos. Setiap motif dan warna yang dipakai pada Ulos, melambangkan hal-hal yang berbeda untuk setiap kesempatan. Ulos yang diberikan oleh sanak keluarga pada mempelai, berbeda dengan Ulos yang dipakai pada upacara kematian.
Ulos diyakini mulai dikenal oleh masyarakat Batak pada abad ke-14 sejalan dengan masuknya alat tenun tangan dari India. Pembuatan Ulos sendiri melalui beberapa tahap, yang pertama, adalah menghaluskan benang supaya tidak mudah putus. Dalam istilah tekstil moderen proses ini dikenal dengan sizing, yang mana benang dilapisi bahan kimia untuk membuatnya tak mudah putus. Sementara dalam pembuatan Ulos, proses ini disebut mangunggas, benang dilapisi oleh nasi yang telah dilumatkan dengan daun bambu. Setelah diunggas, benang digulung ke kaleng atau alat apapun yang berbentuk turbular, proses ini disebut manghulhul. Ketika benang yang di-hulhul cukup untuk pembuatan satu ulos, maka proses selanjutnya adalah pembentukan pola Ulos. Pada proses ini diperlukan bantuan benang nylon ata pada masa dahulu digunakan lidi untuk mengangkat masing-masing benang.
Setelah motif siap, dan setiap helaian benang telah berada pada tempat motifnya, maka (bakal) Ulos yang telah dilebarkan ke dalam partonunandan telah siap untuk mulai ditenun.

Ulos kini hanya digunakan pada upacara-upacara tertentu, meskipun demikian, semangat untuk melestarikan Ulos, tetap diupayakan, agar Ulos tak menghilang begitu saja ditelan perubahan jaman.
Salah satunya adalah upaya untuk membuat Ulos lebih nyaman digunakan dengan mengembangkan material yang digunakan untuk membuat Ulos. Dari benang katun kasar, mulai diganti ke serat yang lebih halus sehingga makin nyaman untuk digunakan.
Blog: Pesona Kain Nusantara: Horas Ulos http://fdly.me/cU5rN5
RT @fashionesedaily: Blog: Pesona Kain Nusantara: Horas Ulos http://fdly.me/cU5rN5
[...] yang diposting di sini Leave a [...]
Horas Ulos!! Pesona Kain Nusantara: Horas Ulos http://t.co/kvmM63gC
gue punya puluhan ulos, mulai dari yang paling murah sampe yang paling mahal, mulai dari yang hitam , warna warni sampe benang emas. mulai dari yang biasa, benang seratus sampe yang sutra. Ntar gue upload deh di thread tenun nusantara kalo ga males
thank your for reviewing ulos in this blog..
it’s a big information for us
kumplit info ttng ulos… emang beda kalo yg nulis paham tekstil! tengkyu tjep!
Gw blm punya ulos!!
Nunggu pesta adat nanti br deh punya ulos hehehe….
horas tjep! hebat deh, infonya berguna banget buat gue
itu foto ulosnya siapa tjep, punya loe? bravo deh!
ijoli, setelah pesta ada loe bakal dapet berkarung-karung, tenang aja!
jogi’s mum, ckckck memang boru tauladan
ditunggu cuci matanya di thread indang.
Lena, Rere berarti gw tinggal dikasih boru ajalah yaa…. secara udah demen sama lapo juga… hihihihi… pas ke samosir thn lalu, gw nyesel banget gak sempet ke tempat pembuatan ulos…
nggak, gambarnya dari google
gak jelas nama websitenya pun, jadi gak dicantumin…
kalo mau cuci mata liat ulos bertumpuk2, main ke pasar inpres senen, tjep. kalo mau dapet marga, gampaaaang… cari si abang yg bermarga gih
Jadi inget ulos yg gw terima waktu pesta adat marga-in suami 5 tahun yll……dapet berkarung-karung book!! Ampe bingung mau diapain…..:D
Bener kata rere, pasar inpress senen menurut mamak ku adalah surganya ulos di Jakarta, dari yg murah sampai yg jutaan ada.
Sama,,saya jg pny ulos banyak (well, lbih tpatnya emak saya). Dari yg berwarna-warni sampai yg pucat. Ada satu ulos yg saya suka dan selalu pakai dijadikan syall…
Kain ulos saya juga banyak, jadi saya bikinkan saja tas. Tote bag dari ulos ternyata keren juga lho, saya saja terkagum2… tapi memang harus pinter pilih warna yang tepat
.
ada yg tau g’ kl jual benang ulos dijakarta dimana ?