Lupakan Jean-Claude Ellena sebentar. Ah, Ropion juga tidak perlu ambil suara. Soal minimalis, Eau d’Hadrien nya Goutal seperti dibangun dari satu jenis wewangian: pembersih kamar mandi.
Eau d’Hadrien diciptakan Annick Goutal dan Francis Camail tahun 1981. Parfum yang diciptakan tahun itu banyak yang janggal. Tapi ini tidak aneh, selera fashion jaman itu juga tidak kalah ngeri dengan wewangiannya. YSL-Kouros, Czech & Speake-No.88, dan Chanel-Antaeus adalah parfum paling ‘unik’ (karena jarang ada wangi yang bisa menyamai mereka) sampai sekarang yang tercipta di tahun 1981.
Eau d’Hadrien dibuka, ditengahi, dan ditutup dengan nota yang sama. Jeruk, jeruk dan jeruk. Apa bedanya dengan Eau du Sud kalau begitu? Hey, Eau du Sud diciptakan setelah Eau d’Hadrien dihadiahi jutaan kritik. Katanya sih versi penyempurnaan. Kenyataannya, Eau du Sud cuma sebuah Eau d’Hadrien yang gagal; ditopengi sedikit rempah dan kayu-kayuan. Lemon, grapefruit, dan citrus. Semprotan pertama meyakinkan kita kalau semua kuman-bakteri akan mati. Ia cenderung medicinal daripada juice jeruk peras ala warung tegal. Satu jam, ya cukup satu jam saja, Eau d’Hadrien harus menguap dengan udara membuka sedikit sekali rempah di dalamnya. Seperti laci dapur tua yang dipenuhi kupasan lemon. Di sana mungkin masih ada basil atau kayu manis, tapi saking kuatnya kupasan lemon, mereka seperti ditenggelamkan. Kadang muncul kalau beruntung, tapi kebanyakan kita sial, tidak pernah menciuminya. Akhirnya, sedikit bedak dari vanilla terpaksa muncul karena suhu dan kelembaban. Kalau saja tidak dipakai di Jakarta, aku pikir kehangatan vanilla di nota akhirnya juga ikut tenggelam di tumpukan lemon-citrus. Ini sebuah kejahatan parfum!
Kolaborasi Goutal dan Camail seperti sedang iseng di tanah mediterania. Ambil sedikit jeruk, kasih air sedikit, sajikan! semudah itu? Harganya? Rela?
Lemah pada komposisi. Lemah di teknik layernya. Lemah di longevity. Lemah di harga. Apa lagi? 4/10 to me.
Eau d’Hadrien in adj:
level 1: citrus
level 2: lemon
level 3: sterile
Travel in Style: The Challenges Story
Travel In Style Rally: The Zoom-Zoom Story
Five Teams to Join the Travel in Style with Mazda 2 Announced!
Get latest articles from Fashionese Daily directly to your inbox. Enter your email address and start subscribing.
Get latest offers, promotion from our partner. Enter your email address and we'll give you updates.
We understand about privacy.
Hahahhahha love the review!!
GB, gw sumprit kagak ngarti parpum ye… tapi baca notes elu ama review yg beginian, gw jadi rada ngeh… seperti biasa, gw selalu nyengir2 ngebayangin bau yg lo gambarkan…
bau pembersih kamar mandi! *geleng-geleng*
aaahhh … gandrasta! akhirnya muncul di sini!
looooove love love your review!
thought i was weird not liking this fragrance. spent hours sitting at goutal’s shop trying to figure it out. but still couldn’t be convinced.
thanks for letting me know i’m not the only one!
looking forward to more reviews …
Gw sempet kepikiran Hadrien ini, tapi menurut gw baunya kurang istimewa considering ini Annick Goutal.
Mas, bikinin Mandragore, dong. Eike suka bangettt!!
@simandoux. Huge thx
@ruth. Ndak harus ngerti kok untuk “suka” parfum.
@nana. little flaws here and there, it might be us to be overreact hehehe.
@dunia_dandan. Pasti nanti aku buatken review Mandragore… ditunggu.
aduhaduh..help!! baru baca artikelnya..mau tanya donk di mana yaa aku bisa beli ngomong2
parfum No 88 by Czech & Speake ?
makasih..(cowok aku suka banget no 88