Pekerjaan baru saya, membuat saya mau tak mau harus mengulik semua majalah terbitan lokal yang berkenaan dengan fashion. Pada saat itulah, saya menemukan majalah fashionPro, yang saat itu baru terbitan pertama. Sampai bulan November, majalah fashionPro, baru terbit sebanyak tiga edisi.
Meskipun demikian, beberapa nama senior yang menggawangi majalah baru ini menjadi jaminan bahwa isi majalah cukup berbobot. Sebagai pemimpin redaksi: M.N Retno Murti, redaktur senior: Siti Rahmah, redaktur / stylist: Ria Penta. Beberapa nama seperti Irma Hadisurya, Belinda Gunawan, Nia Chalil, dll, tercatat juga sebagai kontributor.
Majalah ini memang menyoroti dunia fashion, namun foto glossy dengan fashion spread yang biasa mengisi lembar-lembar di majalah life style tidak terdapat di majalah ini. Majalah ini lebih menyoroti fashion sebagai industri. Dari segi content, majalah ini cukup detail mengupas informasi mengenai fabric, usaha di bidang mode, tren baru, inspirasi di bidang mode. Selain itu, juga menyajikan liputan mengenai desainer lokal maupun mancanegara.

Bobot edukasi dari majalah ini, layak untuk dijadikan referensi bagi siapapun yang berkecimpung dalam industri fashion, terutama yang menyasar pasar lokal. Saya sendiri, mengikuti setiap edisinya. Pada terbitan pertama bulan September 2008, fashionPro menyajikan liputan utama mengenai kain Sutra, lalu ada artikel mengenai warna, profil desainer Oscar Lawata yang diulas dari sisi bisnis butiknya, dll. Terbitan kedua bulan Oktober 2008, liputan mengenai Fashion Week di tiga kota, bisnis seragam, informasi mengenai kain Scabal, dll. Lalu untuk terbitan bulan November 2008, mengulas tentang brokat, bisnis perhiasan, label yang digawangi nama-nama terkenal, dll.
Sebagai pekerja di industri tekstil, saya mengacungkan jempol untuk penggagas majalah ini, karena artikelnya yang menyajikan fashion tidak hanya dari sisi glamornya saja, namun juga mengulas dan mengingatkan, bahwa industri mode merupakan salah satu potensi ekonomi lokal. Terlebih dalam masa sekarang, saat nilai tukar mata uang asing melambung, hal ini seharusnya makin membuka peluang produsen lokal yang tidak kalah potensial dengan produsen mancanegara.
hmm.. ulasan yang menarik!
aku coba baca yah majalahnya…..
Wuih hebaaaat, majalah lokal yg team nya adalah para senior yg mang udah bertahun2 wara/i di bidang fashion Indonesia……
Nice Ruthy !!!
@ Lila, edisi yang bulan desember mengulas soal satin neek… kayanya bisa lo jadiin referensi juga deh Din… lumajan
@ Indrya, bener neek… lo baca deh majalahnya… langsung keliatan beney klo ini majalah edukatif beney…
Pantes namanya ga gtu ‘glamor’ yah.. Hehehe
wah kok makin banyak yang bilang majalah ini bagus ya..
gw sendiri seh blom baca
selama ini masih baca elle
cuman mulai ngerasa klo elle dan beberapa majalah lainnya jd kayak katalog gt.. hehehe
coba deh besok beli.. penasaran juga
tenkyu
Tje2p nitiiiiip huehehehhe.. siap2 sms nyokap gue ahhhh.. dudududud
JURIS, majalah fashion pro definitely gak kayak elle loh. kalo yang biasa baca majalah fashion kayak elle, bazaar, vogue gitu2 mungkin agak kagok ye sama ni majalah karena emang lebih ke industrinya..
mungkin bisa dibilang, majalah2 yang katanya kayak katalog itu buat konsumennya, majalah fashionpro ini buat si produsennya.. cmiiw
wah wah.. now this is what you call a fashion magazine.. kebetulan gw lagi butuh majalah seperti ini.. asekk .. entar pulang gw beli ah.. thx ya cheyqua untuk info perbedaan antara fashion pro and yang lainnya…
tapi magazine fashion pro msh bisa ditemuin di toko buku mana ajah kan?
thx and salam kenal,
arge
Majalah fashion tapi bukan dari sisi glamour nya?? seperti nya menarik, pinjem Tjep :p
cheyqua iya neh udah mulai agak bosen karena majalah gituan kan terbit rata2 sebulan sekali padahal krn online tiap hari dan dapat info lbh update dr internet, info2 di majalah yang kayak katalog itu jadi agak basi deh hehe
btw, gw baru aja beli tadi pagi.. iya gw setuju ama lo.. ini emang cocok buat orang2 yang bergerak di bidang fashion.. dan gw suka ! hahahah
Iya setuju banget majalahnya bagus, berbobot, dan memang khusus untuk pengusaha di bidang fashion. Eh, tanggal 17 Desember di Hotel Grand Mahakam mereka bikin acara namanya Fashion Mart. Ada bazar dng harga khusus dan Ada talk show tentang “peluang & solusi bisnis mode” dng poppy dharsono dan ninuk M. pambudi. Demo beads, crochet, pemakaian kain dan kerudung. Talk show tentang terobosan baru zelo fabrics…kayaknya seru…gue tertarik untuk datang…
Ini terbitan grup media mana ya?
jadi penasaran….
nama majalahnya seperti majalah yg ngulas audio n video ya, teknikal kesannya.
Bisa di dapet dimana nih fashion pro ini?
@cheyqua… yup lo beney bgt neek… ini mah memang menyoroti fashion sebagai industri. Klopun ada konsumen yg mau beli, ya yg bener2 pengen tau soal industri fashion sama soal technical gituh…
@kaia, lo dateng? aseek… ktemuaan aaah….
@hdn, ini terbitan pinpoint, satu grup juga sama Indonesian Tatler, Noor, Perkawinan, emh… apalagi ya.. gw lupa… pokona… yg itulah… hahahah
@langitku, penjelasan di dlmnya emang sedikit teknis yaak… bulan ini, mereka mengangkat topik ttg satin… dijelasin loh, satin itu tenunnya gimana, 4 x 4, warp weftnya kayak gimana… *haiyaah…. tukang kain mulai deh*
@lies, di gramedia, tga juga ada… tadi gw liat di supermarket JOgja juga ada… hahahahah ketauan anak kos mainnya ke supermarket…
wAH BARU TAU AKU..NTAR COBA BELI DEH^^
Aku coba beli ah… penasaran nih… ada yang bilang ke industri nya.. padahhal biasanya, majalah gini dibuat untuk end user ya…
cari ahh…
tolong dong minta alamat dan nomer telepon redaksinya,
ciao
Hebat !
great mag,about fashion illustrator competition….what the criteria to be the winner
Sebagai majalah yang baru berilah data se akurat mungkin, sebagai media informasi untuk masyarakat yang membutuhkan.
majalah FashionPro sekarang bentuknya berubah jadi online magazine, bisa dilihat di http://www.fashionpromagazine.com/