Hidup di Indonesia yang beriklim tropis dengan udara lembab dan suhu yang semakin tinggi, membuat kita sering berkeringat. Bayangkan pagi sudah siap bersolek, begitu keluar menyambut sang mentari, penampilan kita bisa langsung ‘kucel’. Wajah kita banyak keringat dan minyak. Ditambah pula debu-debu polusi udara. Semua itu bisa menyumbat pori-pori kita dan merangsang perkembangan bakteri yang bisa menimbulkan jerawat. Jadi, dengan lingkungan seperti ini, jerawat dianggap sebagai hal yang biasa.
Namun jangan main-main dengan jerawat! Penelitian-penelitian ilmiah telah menemukan bukti bahwa jerawat bukan hanya penyakit kulit melainkan penyakit yang bisa berdampak pada aspek-aspek hidup lain. Coba kita lihat per tahap perkembangan manusia.
Remaja
Remaja, katanya, adalah masa pencarian jati diri. Ingin mandiri dengan lepas dari orangtua, namun tidak sepenuhnya bisa. Maka pencarian jati diri itu dialihkan ke lingkungan pergaulan atau peer group. Remaja menghargai dirinya berdasarkan penilaian teman-temannya. Salah satu dasar penilaian yang paling mudah dilihat adalah penampilan. Berbeda dengan penyakit kulit lain yang bisa tersembunyi dengan baju, jerawat tampak terlihat (kalau di wajah, kecuali wajahnya ditutup seperti perempuan-perempuan di Arab).
Pernah memperhatikan iklan obat jerawat? Saya pernah lihat iklan jerawat dimana si cewek yang berjerawat memilih memakai helm daripada ketahuan jerawat. Ekstrim memang tapi kurang lebih itulah perasaan remaja yang bermasalah dengan jerawat. Ingin lari, ingin sembunyi, malu bertemu orang. Itulah yang ditemukan oleh Brook (2006) melalui penelitiannya tentang “psychosocial impact and personality predictors of coherence feeling among girls with acne.” Padahal pada masa ini, remaja seharusnya percaya diri untuk mengekspresikan dirinya dan mengembangkan potensi dirinya. Lebih banyak bergaul, lebih aktif. Gawatnya, kalau persoalan psikologis ini tidak ditangani dengan baik, pembentukan identitas dirinya bisa terganggu.
Dewasa
Jangankan remaja, kita saja yang sudah dewasa kadang malu dengan jerawat. Sebuah penelitian menemukan bahwa orang dewasa dengan jerawat mengalami penurunan kualitas hidup yang lebih besar daripada orang yang lebih muda (baca: remaja). Dalam penelitian ini, tidak disebutkan mengapa demikian. Tapi saya mencoba untuk melihat berbagai kemungkinan. Pertama, problem jerawat itu sudah terjadi sejak remaja sehingga persoalan psikologis akibat jerawat ini menumpuk. Kedua, orang dewasa butuh menjalin relasi sosial yang lebih luas, misalnya dalam hal pekerjaan. Ini membuat persoalan citra diri akibat jerawat menjadi bertambah besar.
Lebih mengejutkan lagi, secara tidak langsung, jerawat bisa meningkatkan resiko gangguan psikiatrik, seperti depresi klinis, social phobia (terlalu cemas sampai takut berhubungan dengan orang lain), dan gangguan kecemasan lainnya. Bunuh diri? Walaupun kemungkinannya kecil, bukan berarti itu tidak mungkin terjadi. Mengingat dampaknya yang berpotensi luas, penanganan terhadap jerawat harusnya bukan untuk jerawat itu sendiri, melainkan ke diri pasien secara keseluruhan. Pemilihan treatment harusnya mempertimbangkan faktor-faktor nondermatologis, seperti kepribadian, persepsi, usia, faktor sosial dan budaya, termasuk karakteristik jerawatnya sendiri sebagai penyakit kulit (http:/dermatology.cdlib.org/93/commentary/acne/hanna.html).
Gawat khan? Makanya, kalau ketemu orang atau teman yang jerawatan, jangan diejek. Kalau menyampaikan kekhawatiran melihat jerawat di kulit teman kita makin banyak, jangan , “ih, kok jerawat lo makin banyak.”..nanti rendah diri dan malunya semakin nggak ketulungan. Maklum saya pernah jadi korban dari perjerawat-jerawitan ini. Jadi coba empati dulu. Tempatkan diri di posisinya. Perlakukan dia seperti biasa. Kalau ingin memberikan saran atau nasehat, berikan informasi dengan tenang dan jangan terkesan ’maksa’.
Kalau kita yang mengalami? Berusaha untuk tenang. Kepintaran dan kebaikan hata tidak dipengaruhi oleh jerawat. Cobalah untuk lebih percaya diri. Untuk jerawatnya sendiri, banyak kok alternatif-alternatif yang bisa dicoba seperti konsultasi dengan dokter, tanya-tanya orang, atau bisa juga tanya teman-teman yang di forum. Jerawat bukan yang hal utama yang mesti dipusingkan seperti kalau sedang bertengkar dengan pacar/suami, bukan karier, bukan juga filosofi hidup. Jerawat hanya jerawat. Biarkan diri kita bersinar, lebih terang dari sekedar jerawat.
*image courtesy http:/www.instablogsimages.com
Travel in Style: The Challenges Story
Travel In Style Rally: The Zoom-Zoom Story
Five Teams to Join the Travel in Style with Mazda 2 Announced!
Get latest articles from Fashionese Daily directly to your inbox. Enter your email address and start subscribing.
Get latest offers, promotion from our partner. Enter your email address and we'll give you updates.
We understand about privacy.
tapi sih menurut pengalaman gw, emang penampilan kulit muka itu adalah yg utama. ada yg blg klo pribadi orgnya keliatan dari mukanya (bersih/jorok) ighh males bgt kan tuh.. padahal klo emang pengaruh hormon gimn?
tapi gw sih ya sebisa mgkn rajin melakukan perawatan biarpun impian kulit muka bisa kayak pantat baby masih jauh dari skrg hahahaha
yang paling susah, kalo jerawat muncul mengiri kedatangan atau kepergian tamu bulanan, udah di cegah sejak sedini mungkin tetep aja tuh…BANDEL…*dasar jerawat bangsat…:p
Gue termasuk yang minder gara2 jerawat. Masa jerawatan gue dari SMA sampe kuliah semester 5. semuanya udah gue alamin lah.. mulai dari ceng2an: “kok tambah banyak”, “kok ga ilang2 sih, bukannya lo udah bukan remaja ya”, sampe “duile jerawatnya gak bersih2. makanya cari pacar dong”. yang terakhir ini, relevansinya makin gak jelas. apa hubungannya pacar ama jerawat?
hehehehehe
sampe sekarang parno kalo numbuh jerawat kecil. langsung buru2 facial
oliv, very nice blog, love it!
beruntung gue nggak pernah jerawatan yg parah banget, sekarang pun kalo muncul lebih sering gue biarin aja sampe ilang sendiri. gue masih bersyukur nggak ada masalah lain yg lebih parah, misalnya masalah panca indra kita atau macem2 penyakit yg bisa bener2 membatasi aktivitas kita…
terima kasih suster lena
gue juga beruntung ga jerawatan, tapi gue bisa kebayang sih kalo muka penuh jerawat tuh lumayan sengsara, apalagi kalo di ceng2in yah. gue kalo dapet satu aja rasanya udah keganggu, apalagi yg sering jerawatan.. must be painful.
nice article!
aku juga beruntung ga pernah jerawatan yg parah bgt, tp adikku jerawatan parah bgt dulu, jd aku tau gmn perasaannya, untungnya skr udah ga jerawatan lagi dia.. Ternyata air juga ngaruh lo bikin jadi jerawatan.. Thanks yah oliv buat article ini.
aku juga jerwatan, tapi sampe saat ini cuek aja sempet minder sih apalagi pas msp/sma dikatain jerwatan..
tapi jerawatan bukan berarti kita ga bisa jaga kebersihan kan..
aku udah pake segala macam produk dan terkadang bukan jadi problem solving malah menambah parah masalah yang udah ada (gara-gara ga cocok)..
klo dokter kulit bilang tipe yang hyper sensitif, solusinya ga boleh kringetan (susah bener kan?!)..
huff..
(jadi curhat..)
akhirnya lama klamaan cuek sendiri sih..
soalnya jerawatan ga dosa..
hihi…
morgan, sisil… makasih ya.
shil: setuju! jerawat bukan dosa
Ahhh … jerawat … the long-suffering battle of life I’ve not yet conquered … yet! >:)
I suffered from acne problems since puberty and it was oh-so-cruel, as you have said, because it was supposed to be the time when I should rebel and generally be noisy (as teenagers would) but instead I was the one shying away in the corner somewhere.
At the tender (tender?) age of 25 I am still suffering from (fortunately) mild acne.
But thanks to skincare technology, my face is so much better now and I had to say I was glad to say that out of all the facial soap that I’d tried (from Biore to Nivea to L’Occitane), JF Sulfur soap works best for me!! It really clears all my future acnes out! Kill kill kill those lil bastards yay….
Jadi inget masa muda dulu..
Sekarang masalah gue udah lain lagi.
Jadi intinya, hidup bermasalah mulu, yak?
huahahaha..gue ngakak baca komentar Debbie
hihii…
komentarnya dundan…
betul sekali!!! manusia mah ga jauh2 dari masalah hidupnya, mo besar/ kecil…
aku pas sma jerawatan, gara2 OD sm obat penghilang bekas jerawat, pdhal sebelumnya mukaku ga bermasalah (ngilangin bekas jerawat kok malah menimbulkan jerawat, obtnya agak2 plin plan..), semua obat udah dicoba, ujungnya2 ke dokter kulit juga..udah mulai tua-an problemnya bukan jerawat tp jidat bruntusan..ngeselin, mana ga ilang2..huh
bener tuh…pas gue baca artikel ini, pas banget gue lagi punya satu jerawat gede sakit. Tiap bulan gue pasti dapet jerawat kaya gini, posisinya gak jauh-jauh dari idung..keselll pisannnn… apa bisul ya?kok gede amat…jerawat kan di muka bisul dipantat, nah ini apa dong?
(
bener nih artikel nya. gue skrg kerja di aussie yang orang2nya smuanya mulus2 (ga smuanya sih yah palingan 1% lah yang ditemukan mukanya bentol2). I’m so tired with all these blemishes
. Duh tiap hari harus terima kalo muka gw..ancur karena jerawat. Tired of going to dermatologists,in indo and also here. Spent a lot of money but they didn’t help at all.Capek coba2 smua jenis produk buat penghilang acne, but still it doesn’t show a good result, not even decrease it
. Gals..please help me, by telling me the recommended dermatologist and skincare center in Jakarta or Australia. Thanks a lot.
hhhhhh
capek gue untuk masalah jerawat
udah pake segala cara ttp aja gak ilang2
aku bahkan udah nyerah gitu deeee
gak tau lagi mau buat apa.
sempat bersih dikit, ehhh gak lama muncul lagi yang lain, malah tambah besar2
ihhhhhhh sebel de gue sama jerawat, mengapa jerawt mesti di ciptakan yaaaaaaaaa
Wah, klo mslh jerawatan parah, gw salah satu jagonya, hahaha. Tambah parahnya lg, gw cewek!
Dari smp ampe skrg gw udah hidup brg sama ni pasukan merah bentol2, 10 tahun lebih tuh. Kenyang bgt gw diomong2in orang, dari yg langsung sampe bisik2 di belakang.
Pernah pas sma ada temen yg blg: “lo ga pernah cuci muka ya? kucel bgt tau…” wakakakkk, dalem.
Masa remaja gw (ampe kuliah) jg diisi dgn krisis percaya diri. Facial n laser udah jd makanan sehari2 gw, walau sakit amit2 gw sampe kebal bo’…
Ampe skrg ni ga sembuh2 jg. Orang2 sekeliling gw pada prihatin, tp skrg gw berusaha buat cuek. Toh bukan gw yg memilih keadaan kyk gini. Gw ga pgn kyk dulu2 sampe ngalamin fobia sosial segala. Walaupun muka gw pada dasarnya cakep juga ga guna krn ketutupan jerawat plus bekas jerawat plus komedo (komplit plit). Kdg gw mikir, kyknya lebih nyaman klo muka gw jelek tp bersih dibandingin yg kyk sekarang.
Ya buat tmn2 yg udah dari lahir dikaruniain kulit yg bersih plus ga bermasalah, gw harap tmn2 bersyukur aja, udah anugerah bgt tuh. Gw setuju ma ni artikel, bukan cuma jerawatnya yg matters, yg lebih penting lagi gmn biar kepercayaan diri si penderita bisa di-boost. Pokoknya jgn ampe mau kalah dr si jerawat, hehehe. Kepanjangan ni gw nulisnya.
wah,pada rame bget!gue jga mayoritas dari kalian,haha peace!! tpi gue orang yang gk nyerah gtu z dengan keadaan.padhal wktu gue sma gk pernah jrawatan,udah 5 taon terakhir gue jrawatan smpai skarang bayangin sampe parahnya wajah gue disuntik dkter,mereka jga yang bikin acra wisuda gue jdi berantakan!tpi gue gak ska klo gue bisanya cman mengeluh!IMPOSSIBLLE IS NOTHING buat gue!! THE REAL DOCTOR IS THE DOCTOR WITHIN…
berdasarkan pengalaman nih…udah capek bolak-balik ke dokter tetep ada aja tuh jerawat dan….akhirnya dia hilang sendiri gak muncul2 lagi kecuali kalo mau haid…:)
Sebenarnya aku nggak pernah jerawatan sampe banyak kayak sekarang, tadinya cuma satu dua aja sih, gara-gara coba obat jerawat yang katanya bisa bikin muka jd kinclong ku coba aja tuh produk2 yang direkomendasikan rekan2 dikantor, dr yang harga murah meriah sampe yang harga mahal banget, hualaaa… ternyata bukan wajah kinclong yang di dapat, ehh.. sekarang wajah ku malah jadi jerawatan, huuu… suebell banget dech !!! sebenarnya ada nggak sih ya obat yang bener2 bisa menyembuhkan jerawat???
hahahahaaaaa…..
nyantai ja sob..jerawat ya cuma jerawat ga lebih n’ ga kurang so bawa heppy ja…banyak jerawat bkan brarti loe harus minder atau bunuh diri….
cuma waktu yg bza ngejawab nya…
sakam dri gw pembenci jerawat,,,,,
WaaH
gw dah 30 thun..dulu2 ga prnah jrawatan…kapa skrang jd jrawatan yah…and cuma di dagu…sebesar brondong..eh salah jagung lagi….napa ya?
nice article! Wah ternyata banyak juga yg punya problem jrewi ini & semua juga merasakan hal yg sama…
G jg trus jrawatan dari sma sampe skarang udah umur 24. Sgala udah coba juga dari Verile, Madonna, Sariayu, Proactiv, SK-II, sampe Clinique… skarang sih lagi coba vmv hypoallergenics, ada di Harvey Nichols GI. Harganya ga terlalu mahal & kayanya lumayan cocok, moga berhasil deh.
Ok, have a nice day everyone! Met Natal dan Taun baru juga ya, semoga kita semua bisa lebih sukses & menyambut taun baru dengan muka yg lebih cerah ceria terbebas dari jrawat!!!
Duh cuyz tolongin gw dnk!
9 jg risih bgt ma makhluk gk diundang yg dah nebeng slama 5 taon di muka 9 yg tak berdosa,palagi merugikan mental n finansial..berhrp dtg keajaiban..
Aduh jerawat,
nggak ada habisnya diskusi soal yang satu ini.
jerawat LAKNAT..!
klo q seh… dah pernah coba’ obat yang macem2 tapi ga’ berhasil neh..
pernah juga ke dokter kulit..tapi cmn sementara sembuhnya.. dah gitu muncul lagi..
terus skarang ikutan marilyn monroe yang katanya klo cuci muka tuh ampe’ sekitar 20 kali.. dan ternyata berhasil banget bwat aq… smua jrawat q ilang.. meski msh da bekasnya seh.. tapi kan bakal secara alami ilang dalam beberapa minggu klo cuman bekasnya aja…
thx marilyn monroe..
sy udh jrwatan dr sma ampe skrang ga smbuh2..ada yng mau kasih solusi ngga? tolongin sy dong.
nice info.. ^^
coba makanan organik aja,, cz kalo pencernaan kita bersih pasti jerawat gag muncul lagi,,
sama kitah :toss: *merasa anyak temen
gmna hey cara ngobatin jerawat supaya ga tumbuh lagi?dan ngilangin bekas nya?