Blog
BIYAN 07/08; Desert Rose
Guest Contributor in Designer, Runway Report — September 3rd, 2007 (87 views / Print this article )
By: Thornandes James R.
Photos by: Raditya Pratama
Grand Ballroom Hotel Mulia Senayan
23 Agustus 2007
The fair desert rose of wondrous mystique
Her gossamer blossoms bring life
like a mirage in the sand
The beauty lies not in the rose,
but in the strength she embraced

More pictures here.
Desert Rose, begitulah Biyan menamakan koleksinya kali ini. Di tengah-tengah mode yang berfuturama di sepanjang tahun, tiba-tiba muncul sebuah koleksi yang tidak diembel-embeli kesan futuristik. Sebuah kesegaran diantara keseragaman yang hadir di dunia mode. Terlebih sebelumnya, desainer Sally Koeswanto sudah lebih dulu mengeksplorasi habis-habisan imajinasi dunia futuristik di dalam koleksinya, seakan membuat lahan untuk futuristik sudah habis digarap.
Ms. Comfort chic
Biyan mengemukakan bahwa koleksinya kali ini merupakan persilangan antara kehidupan urban yang modern dengan referensi multi kultur. Hasilnya adalah sebuah koleksi cantik yang sederhana, nyaman, namun tetap tampil mewah dan penuh gaya. Di sepanjang koleksinya, Biyan mengedepankan busana dengan potongan bervolume besar dan tampilan yang ringan. Ms. Comfort chic mungkin kata tepat untuk menggambarkan koleksinya kali ini. Bentuk balon yang tengah populer masih mendominasi sebagian besar koleksinya, namun disamarkan menjadi potongan unforced drapery. Sedangkan sentuhan kultur timur tengah dirasakan kental hadir melalui harem pants dan long coat ala Maharaja Robe, detail kimono dan sarong menampilkan kecantikan budaya timur, dan dress tunic menggambarkan eksotisme Asia.
The Desert Rose
Padang pasir memang merupakan salah satu lansekap yang keras untuk dihidupi. Di dalam presentasinya, Biyan mengajak para tamu untuk merasakan bagaimana rasanya menjadi sebuah desert rose. Dimulai dengan rupa kuncup yang sederhana sampai menjadi bunga mekar yang cantik. Dari diterpa panas teriknya matahari sampai dinginnya malam di padang pasir, bahkan sampai saat dihantam badai pasir yang kejam. Namun meskipun didera dengan berbagai kondisi yang ekstrim, dibawah langit malam yang diterangi taburan bintang di langit, desert rose masih dapat mekar dengan indahnya. Pengandaian Biyan ini menjelaskan keindahan koleksinya merupakan hasil dari paduan seluruh unsur yang membentuknya, dari segi cutting, material, model, warna, dan inspirasi kecantikan beragam budaya Asia.
The “It”
Selain busana, yang patut diberikan tempat khusus dalam show ini adalah aksesorisnya yang berbentuk chunky necklaces. Kalung-kalung besar dengan berbagai bentuk unik siap meramaikan penampilan Anda untuk menjadi the it girl. Uniknya, beberapa bulatan emas yang menjadi bahan utama kalung tersebut terbuat dari tutup kaleng yang dicat emas, very eco friendly. Berbicara tentang the it girl, di atas runway yang pantas menyandang julukan the it girl of the show jatuh kepada seorang model kulit hitam asal agency Singapura. She truly knocked the runway off.
Di dalam undangannya Biyan menyisipkan pesan dress code, come as you may feel. Pesan yang sempat membuat saya kebingungan dalam memilih gaya untuk merayakan koleksinya pada malam itu, ternyata memiliki arti dibalik kebebasannya. Biyan menginginkan saya untuk mengingat jati diri saya sendiri, sehingga saat selesai menikmati koleksinya, saya tidak terus berlanjut merasa seperti sebuah desert rose.
There are 8 comments for this entry. Add yours
mskellybag
hmmm sayang ga bisa dateng
me always love mas Biyan collection 
September 3rd, 2007 at 9:59 pm
Tifa
ohhh itukah the “it girl” yang diomongin terus setelah shownya biyan? she’s gorgeous, gak heran banyak tersepona sama ni cewek..
September 3rd, 2007 at 11:28 pm
Hanzky
Wah iya bener, settingnya mirip Marc Jacobs yah, cuma aja MJ warnanya hijau2 gitu. Warna dan model bajunya Biyan sekali yaa….kalung kalungnya keren deh, a perfect way to toughen up the look. Btw, model yang dari Singapore ini siapa namanya James?..
September 4th, 2007 at 1:25 am
thornandes
Hanzky, namanyaa. . gw lupa! hahahaha maafkan, kemaren udah sempet nanya tapi lupa. . nama2nya sih nama2 keren gitu huhuhuhu. . maafkan!
September 4th, 2007 at 2:57 am
DYS
jamess… wah telat niy gw liat artikelnya ;(.. tambah rame niy FD.. hehe sering2 ya James contribute di FD! kalo bs skaligus styling2nya yg kaya hintmag as we hv discussed dulu hehe
btw, skrg tambah rame ya model2x luar di indo, trus model lokal nya gmana?persaingan tambah ketat pasti ya!
ngeliat kalung2 si biyan somehow reminded me of marni & prada bbrp thn silam..with piles of bold n chunky necklaces etc.. well maybe im wrong
September 5th, 2007 at 9:43 pm
dotti
love love love biyannnnn
February 17th, 2008 at 11:29 pm
starfish
mas biyan ini ada web-sitenya gak sih? kalo ada boleh dunk dishare.. tku
July 2nd, 2008 at 5:25 pm
lovemybags
aduh cantik2nya……
kayaknay di indonesia ada yg kayak gini, tp mgkn gak ada kesempatan ajah, krn kalau org indonesianya sendiri yg di industri sptnya kurang appreciate ma yg kulitnya itam.
agak berbeda dari biyan yg ada di otak gua slm ini, tp amsih ok kok :p
i’m not too impressed with the “it girl” mentioned though
July 3rd, 2008 at 2:59 am